Perusak-Perusak Aqidah dan Cara menyelamatkan diri darinya (Mukadimah 1)

Tidak diragukan bahwa keselamatan aqidah adalah yang terpenting dari segala urusan dan yang paling besar dari seluruh kewajiban.

Pengertian Aqidah yaitu:
مايعتقده الانسان ويدين به، من خير وشر من فساد وصلاح
"Apa yang diyakini dan ditaati oleh manusia meliputi kebaikan, keburukan, kerusakan dan perbaikan"

Yang dituntut dari manusia yaitu aqidah sohihah (benar). Wajib bagi setiap hamba beraqidah yang benar.

Di dunia ini banyak aqidah. Semuanya rusak kecuali aqidah yang dibawa oleh al-Qur'an dan sunnah rasul-Nya.
Yaitu aqidah Islam yang jernih dan bersih dari segala kotoran syirik, bid'ah, dan maksiat.

Inilah aqidah yang datang dari al-Qur'an dan ditunjukkan oleh sunnah rasul-Nya yaitu al Islam.

Allah Ta'ala berfirman:
إن الدين عند الله الإسلام
"Sesungguhnya agama yang diterima disisi Allah adalah al Islam" (Al imran:19).

Dalam ayat lain:
اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا
"Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku atas kalian dan telah Ku ridhoi al Islam Sebagai agama" (Al Maidah:3).

Al Islam adalah agama Allah, dan tidak akan diterima agama selainnya. Allah azza wajalla sebutkan:
ومن يبتغ غير الإسلام دينا فلن يقبل منه وهو في الآخرة من الخاسرين
"Dan siapa saja yang mencari agama selain Islam maka tidak akan diterima dan di akherat ia termasuk orang-orang yang rugi" (Al Imran:85).

Al Islam adalah agama seluruh para nabi. Agama Ayah kita yaitu Nabi Adam alaihissalam. Dan juga agama para nabi setelahnya: Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Dawud, Sulaiman, Ishak, Yakub, Yusuf, dan para nabi lainnya alaihimisholatu wasallam.

Yaitu agama nabi kita Muhammad alaihi sholatu wasallam.
"الأنبياء إخوة لعلات، أمهاتهم شتى و دينهم واحد
"Para nabi itu saudara satu ayah dan ibu mereka berbeda-beda, agama mereka satu" (HR Bukhari no.3443, Muslim no.2365).

Arti agama mereka satu yaitu sama-sama mentauhidkan Allah, beriman bahwa Allah adalah rabb seluruh alam, Allah adalah yang Maha pencipta dan Maha berilmu, serta beriman adanya hari akhirat, kebangkitan, dibukanya rahasia amal, surga, neraka, timbangan, dan bagian-bagian lainnya dari kehidupan akherat. Meskipun syareat mereka berbeda-beda. Inilah
Arti dari
اولاد علات

para nabi adalah anak-anak satu ayah dan dari ibu-ibu yang berbeda (اولاد لضرات). Kita termasuk bagian dari syareat yang berbeda-beda. Sebagaimana Allah Ta'ala sebutkan:
لكل جعلنا منكم شرعة ومنهاجا
"Setiap dari kalian Kami jadikan aturan dan jalan terang" (Al Maidah:48).

Referensi:
Al Qiwadihu fil aqidah. Syaikh Bin baz. Hal 3-5

Pontianak, Selasa 10 Muharram 1441/10 September

Akhukum..Abu Aisyah Dodi Iskandar

No comments:

Post a Comment