Apa arti dari mengenal Allah?

Mengenal Allah adalah seorang hamba mengenal rabb-nya sesuai dengan apa yang Allah kabarkan sendiri di dalam kitab-Nya dan Rasul sampaikan mengenai nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-Nya. Mengenal Allah termasuk salah satu dari perkara-perkara yang sangat penting di dalam agama. Ketidak tahuan dalam masalah ini termasuk bentuk melalaikan urusan  agama. Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah:
وقد ذم الله تعالى من لم يعظمه حق عظمته، ولا عرفه حق معرفته، ولا وصف حق صفته
"Sungguh Allah telah mencela orang yang tidak mengagungkan-Nya dengan sebenar-benar pengagungan, tidak mengenal-Nya dengan sebenar-benar pengenalan, dan tidak mensifati-Nya dengan sebenar-benar pensifatan" (Madarijus salikin 495/2).

Seseorang tidak akan berada di atas agama yang benar kecuali ia dapat mengenal rabb-Nya. Karena hal itu pondasi dakwahnya para Rasul alaihimissholatu wasalam. Mengenal Allah melalui nama-nama, sifat-sifat, dan perbuatan-Nya. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan:
مفتاح الدعوة الإلهية،معرفة الرب تعالى
"Kunci dakwah ketuhanan adalah mengenal Rabb Yang Maha Tinggi" (Ashiwaiqu mursalati 151/1).

Siapa saja yang menempuh perjalanan yang mengantarkan ia sampai kepada Allah Ta'ala, menempuh jalan untuk mengenal-Nya, maka ia akan memiliki rasa pengagungan kepada Allah di dalam hatinya sesuai dengan kadar pengenalan-Nya. Siapa saja yang berhasil mengenal Allah maka pasti ia akan menjadikan Allah sebagai zat yang paling ia cintai.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
من عرف الله بأسمائه، وصفاته وأفعاله، أحب لامحالة
"Siapa saja yang berhasil mengenal Allah melalui nama-nama, sifat-sifat, dan perbuatan-Nya pasti ia akan menjadikan Allah  sebagi Zat yang paling ia cintai" (Madrijus salikin 17/3).

Mengenal Allah dan mengesakan-Nya dapat menjadi sebab tercapainya kebahagiaan di dunia dan di akherat. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah:
اللذة والفرحة،والسرور وطيب الوقت،والنعيم الذي لا يمكن التعبير عنه،إنما هو في معرفة الله سبحانه وتعالى وتوحيده والإيمان به
"Kelezatan, kesenangan, kebahagiaan dan keindahan waktu, itu semua adalah nikmat yang tidak dapat diejawantahkan dengan ungkapan apapun, hal itu semua hanya dapat digapai dengan cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta'la, mentauhidkan-Nya dan beriman kepada-Nya"(Fatawa Syaikhul Islam 31/28).

referensi:
Taisyirul Wushul Syarhi Tsalasatil Ushul. Syaikh Dr. Abdul Muhsin Al qosimi. Hal 12

Pontianak, Senin 5 Dzulqaidah 1440/8 Juli 2019

Abu Aisyah Dodi Iskandar

No comments:

Post a Comment