Pelajaran ke-1 : Rukun Islam



Rukun Islam itu ada lima. Yang pertama dan yang paling besar yaitu syahadah (persaksian) bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

Penjelasan makna dan syarat Laa Ilaha Illallah (لاَ اِلهَ .(لاَ اِلهَ إلّاَ الله artinya kita menafikan segala apa yang disembah selain Allah Subhanahu Wa Ta'alaإلّاَ الله  artinya kita menetapkan bahwa ibadah itu hanya untuk Allah Subhanahu Wa Ta'ala semata, tidak ada sekutu bagi-Nya.

Laa Ilaha Illallah  memiliki 8 syarat di antaranya:

    1. Ilmu yang menafikan kebodohan (tentang Allah Subhanahu Wa Ta'ala).
    2. Keyakinan yang menafikan keraguan.
    3. Ikhlas (murni dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala) yang menafikan syirik.
    4. kejujuran yang menafikan dusta.
    5. Cinta yang menafikan kebencian.
    6. Ketundukan yang menafikan pelanggaran (meninggalkan perintah).
    7. Menerima tanpa ada penolakan.
    8. Mengingkari semua apa yang disembah selain Allah Subhanahu Wa Ta'ala .

Syarat-syarat di atas dapat dirangkum dalam dua bait berikut:
علم يقين وإخلاص وصدقك مع محبة وإنقياد والقبول لها
وزيد ثامنها الكفران منك بما سوى الإله من الأشياء قد ألها
"Ilmu, keyakinan, keikhlasan dan kejujuran disertai cinta, tunduk, dan menerimanya"
"Ditambah lagi yang ke delapan, yaitu pengingkaranmu terhadap segala sesuatu yang dipertuhankan selain Allah"

Adapun syahadah atau persaksian bahwa Nabi Muhammad Sholallohu Alaihi Wasallam adalah utusan Allah, maka konsekuensinya adalah:
    1. Membenarkan apa yang beliau kabarkan
    2. Menaati perintah beliau
    3. Meninggalkan apa yang dilarang beliau
  4. Tidak menyembah Allah  Subhanahu Wa Ta'ala kecuali dengan cara yang disyariatkan oleh Allah  Subhanahu Wa Ta'ala sendiri dan Rasul-Nya.

Kemudian rukun Islam selanjutnya adalah : Shalat, Zakat, Puasa Ramadhan, dan Haji ke Baitullah Al-Haram bagi yang mampu.
  
_________________

Pontianak, Jum'at 11 Nopember 2016
Abu Aisyah (Dodi Iskandar, S.Si, M.Pd)

Sumber rujukan:
Ad-Durus al-Muhimmah Li 'Ammatil Ummah. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Edisi Indonesia : Inti Ajaran Islam. Tim Darul Haq. 2014

No comments:

Post a Comment